️Hoaks️: Narasi 1000 narapidana bekerja memasak untuk program MBG

️Narasi 1000 narapidana bekerja memasak untuk program MBG adalah Hoaks️
Beredar sebuah unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa Listyo Sigit Prabowo memerintahkan sebanyak 1.000 narapidana untuk bekerja memasak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam narasi yang beredar, disebutkan pula bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menekan biaya operasional, bahkan disertai pernyataan kontroversial yang mengimbau masyarakat agar tidak melaporkan jika terjadi keracunan. Informasi ini dengan cepat menyebar luas di berbagai platform digital dan menimbulkan keresahan serta perdebatan di tengah masyarakat.
Namun, setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidak benar atau merupakan hoaks. Berdasarkan hasil klarifikasi dari Kompas, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang memerintahkan narapidana untuk memasak dalam program MBG. Selain itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak memiliki kewenangan dalam mengelola lembaga pemasyarakatan maupun mengerahkan narapidana untuk kegiatan tersebut. Memang, terdapat beberapa program yang melibatkan warga binaan, namun keterlibatan mereka terbatas pada tugas pendukung seperti mencuci dan membersihkan peralatan, serta melalui proses seleksi dan pengawasan yang ketat.
Dengan demikian, narasi yang beredar tidak memiliki dasar fakta yang jelas dan merupakan informasi yang menyesatkan. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Pastikan untuk melakukan verifikasi melalui sumber resmi dan terpercaya agar tidak turut menyebarkan hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan dan kesalahpahaman di masyarakat.




![️ [AWAS HOAKS PENIPUAN] Pendaftaran Rekrutmen PAMSIMAS 2026 Melalui Tautan Tidak Resmi ️Telah beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook berupa poster yang mengklaim bahwa pendaftaran rekrutmen program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) tahun 2026 telah resmi dibuka. Postingan tersebut menawarkan banyak posisi untuk berbagai latar belakang pendidikan dan menyertakan sebuah tombol pendaftaran dengan tautan situs web tertentu.Faktanya, informasi lowongan kerja tersebut adalah hoaks dan terindikasi kuat sebagai upaya penipuan. Indikasi penipuan paling jelas terlihat pada alamat situs web yang digunakan di bagian bawah poster. Informasi rekrutmen resmi untuk program pemerintah selalu menggunakan domain resmi berakhiran .go.id atau dipublikasikan melalui situs web resmi kementerian terkait. Tautan tidak resmi semacam ini umumnya digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengelabui korban agar memasukkan data pribadi. Seringkali, modus lowongan kerja palsu ini berujung pada permintaan transfer dan potensi pemerasan lainnya. Hindari mengklik tautan pendaftaran kerja yang beredar bebas di media sosial jika tidak berasal dari akun atau situs web resmi yang terverifikasi. Jangan pernah menyerahkan data pribadi atau informasi finansial di situs web yang kredibilitasnya diragukan.](https://carifakta.id/wp-content/uploads/2026/05/702044038_17880713385580249_309234164460262164_n.jpg)



