Disinformasi

Beredar di media sosial sebuah unggahan yang menampilkan potongan gambar pidato Presiden Prabowo dengan klaim bahwa ia “keceplosan” mengucapkan kata “Teddyku” saat berpidato, bahkan disebut langsung meminta wartawan untuk memotong atau menghapus rekaman. Narasi ini disertai judul provokatif seperti “Mimpi Buruk WNI” sehingga cepat menyebar dan memicu berbagai spekulasi publik.
Faktanya klaim tersebut tidak terbukti dan menyesatkan (hoaks). Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ditemukan rekaman video utuh yang membuktikan pernyataan “Teddyku” dalam konteks pidato resmi. Unggahan yang beredar hanya berupa potongan gambar (frame) tanpa sumber jelas, waktu, maupun lokasi kejadian. Tidak ada laporan dari media kredibel yang mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo mengucapkan hal tersebut atau meminta wartawan menghapus rekaman. Dengan demikian, narasi yang beredar merupakan konten yang dipelintir tanpa konteks dan tidak dapat dijadikan fakta.
Kesimpulannya narasi yang menyebut Presiden Prabowo “keceplosan” dan meminta penghapusan rekaman adalah tidak berdasar serta berpotensi menggiring opini publik secara keliru.
Himbauan diimbau untuk selalu verifikasi informasi sebelum membagikan, terutama yang bersifat sensasional dan provokatif. Pastikan berasal dari sumber resmi atau media terpercaya agar tidak ikut menyebarkan hoaks yang dapat menyesatkan dan merugikan banyak pihak.
