️Kemenag Sebut Pencabulan Santri di Pati Sebagai Nafsu Manusiawi yang Wajar adalah Hoaks️

️Kemenag Sebut Pencabulan Santri di Pati Sebagai Nafsu Manusiawi yang Wajar adalah Hoaks️
Telah beredar sebuah unggahan provokatif di media sosial TikTok yang mengklaim bahwa Kementerian Agama memaklumi kasus kekerasan seksual dan pencabulan terhadap santri di Pati. Narasi dalam unggahan tersebut menuduh Kemenag menyatakan bahwa kejahatan itu “bukan termasuk kejahatan agama melainkan nafsu manusiawi, itu wajar.”
Faktanya informasi tersebut adalah hoaks dan menyesatkan. Tidak pernah ditemukan sama sekali pernyataan resmi dari Menteri Agama maupun perwakilan Kementerian Agama yang menormalisasi atau membenarkan kasus asusila tersebut sebagai “nafsu manusiawi”. Narasi tersebut murni karangan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Fakta yang sebenarnya terjadi adalah sebaliknya. Wakil Menteri Agama, Romo Syafii, telah menegaskan komitmen kuat negara dalam melindungi santri. Kemenag menerapkan prinsip NOL TOLERANSI terhadap segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual, di lingkungan pendidikan keagamaan, termasuk dalam merespons kasus di Kabupaten Pati.
Konten tersebut sengaja dibuat dengan menggabungkan teks palsu yang memancing emosi untuk menciptakan kemarahan publik, kegaduhan, dan ketidakpercayaan terhadap institusi.Isu terkait kekerasan seksual dan agama sangat sensitif dan rentan dijadikan bahan untuk memecah belah. Jangan telan mentah-mentah teks yang tertempel pada sebuah gambar atau video di media sosial. Validasi informasi tersebut melalui portal berita nasional yang kredibel.








