Hoaks

Beredar sebuah unggahan di media sosial yang menampilkan foto Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan klaim bahwa Ahok disebut siap menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tetapi meminta agar hukuman mati bagi koruptor terlebih dahulu disahkan. Dalam unggahan tersebut juga dicantumkan narasi bahwa penerapan hukuman mati diperlukan sebagai bentuk ketegasan dalam pemberantasan korupsi serta dikaitkan dengan perampasan aset hasil korupsi. Narasi tersebut kemudian berpotensi membuat masyarakat percaya bahwa Ahok secara langsung menyatakan kesediaannya untuk memimpin KPK dengan syarat tersebut.
Faktanya, klaim tersebut keliru. Berdasarkan penelusuran Tempo, tidak ditemukan bukti bahwa Ahok pernah menyatakan dirinya bersedia menjadi Ketua KPK dengan syarat hukuman mati bagi koruptor disahkan. Klaim pada unggahan tersebut tidak sesuai dengan pernyataan Ahok yang sebenarnya dan menggunakan foto Ahok untuk mendukung narasi yang menyesatkan.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial, khususnya konten yang mengatasnamakan tokoh publik. Periksa terlebih dahulu sumber, konteks, dan kebenaran pernyataan melalui media kredibel atau situs pemeriksa fakta sebelum membagikannya agar tidak ikut menyebarkan informasi yang menyesatkan.
