Hoaks️: Indonesia Berhenti Pakai Dolar AS dan Sepenuhnya Pindah ke Yuan China

️Narasi Indonesia Berhenti Pakai Dolar AS dan Sepenuhnya Pindah ke Yuan China adalah Hoaks️
Telah beredar sebuah unggahan video di platform Facebook oleh akun “Warung Samudra” yang menyebarkan narasi bahwa Indonesia akan berhenti menggunakan dolar Amerika Serikat (AS). Dalam unggahan tersebut, diklaim bahwa Indonesia secara penuh berpindah menggunakan Yuan yang merupakan mata uang China, serta disebutkan pula adanya rencana penerbitan Panda Bond untuk memperkuat nilai tukar Rupiah.
Faktanya, klaim yang menyebutkan bahwa Indonesia secara penuh meninggalkan dolar AS dan menggantinya dengan Yuan adalah tidak benar atau hoaks. Merujuk pada siaran pers resmi Bank Indonesia (bi.go.id) pada 13 April 2026, memang benar bahwa sistem transaksi perdagangan internasional yang menggunakan mata uang lokal masing-masing negara (local currency transaction) mengalami peningkatan hingga dua kali lipat pada akhir tahun 2025. Namun, Bank Indonesia menegaskan bahwa nilai penggunaan mata uang lokal tersebut masih sangat rendah jika dibandingkan dengan total transaksi yang menggunakan dolar AS. Bank Indonesia juga menyatakan bahwa cadangan devisa Indonesia hingga saat ini masih dihitung dalam bentuk dolar AS (*USD*).
Sejauh ini, sama sekali tidak ditemukan laporan resmi yang membenarkan transisi penuh dari dolar AS ke Yuan.Narasi hoaks ini diduga kuat sengaja dihembuskan di tengah ramainya perbincangan publik mengenai nilai tukar Rupiah yang sedang melemah. Melansir dari laporan antaranews.com pada 18 Mei 2026, nilai tukar Rupiah memang sempat menyentuh angka Rp17.630 per dolar AS. Pelemahan ini murni dipengaruhi oleh kondisi penguatan dolar secara global dan tingginya tekanan ekonomi internasional yang membuat transaksi berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi Indonesia, bukan karena adanya kebijakan penggantian mata uang ke Yuan.