Hoaks

Beredar unggahan di media sosial yang menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) membeli layar LED senilai Rp535,3 miliar, bahkan membandingkan nilai tersebut dengan harga pesawat pemadam kebakaran yang disebut sekitar Rp480 miliar. Narasi tersebut kemudian menimbulkan kesan seolah-olah BGN telah merealisasikan pengadaan LED dengan nilai fantastis tersebut.
Faktanya, informasi tersebut menyesatkan. Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa pengadaan LED yang tercatat dalam sistem pengadaan pemerintah tidak jadi dilaksanakan dan telah dibatalkan. Proses pengadaan tersebut diketahui telah dimulai sejak 1 April 2026, sebelum Sudaryono dan jajaran pimpinan BGN yang baru bertugas. Setelah mulai menjabat pada Juli 2026, BGN meninjau proses tersebut dan memutuskan untuk membatalkannya karena tidak tersedia pagu anggaran dan harga barang yang akan diadakan juga tidak jelas. Sudaryono juga menegaskan bahwa BGN tidak mengizinkan pengadaan tersebut untuk dilanjutkan.
Dengan demikian, narasi yang menyebut BGN telah membeli LED senilai Rp535,3 miliar tidak sesuai dengan fakta. Angka tersebut berasal dari informasi mengenai proses pengadaan yang sempat tercatat, bukan bukti bahwa anggaran tersebut telah direalisasikan untuk membeli LED.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menggunakan perbandingan angka untuk membentuk persepsi tertentu. Selalu cek informasi melalui sumber resmi dan media terpercaya sebelum membagikan kepada orang lain.
