Hoaks: Pemerintah Indonesia mengecualikan kewajiban sertifikasi halal bagi seluruh produk asal Amerika Serikat, termasuk aturan penyembelihan hewan

️Waspada Klaim Narasi Hoaks️
Beredar narasi di media sosial Instagram yang menyebut pemerintah Indonesia mengecualikan kewajiban sertifikasi halal bagi seluruh produk asal Amerika Serikat, termasuk aturan penyembelihan hewan. Dalam unggahan tersebut juga diklaim terdapat kesepakatan antara Prabowo Subianto dan Donald Trump yang memungkinkan produk impor dari Amerika Serikat masuk ke Indonesia dengan standar penyembelihan sesuai praktik di negara tersebut. Narasi ini kemudian ramai diperbincangkan dan memicu perdebatan di tengah masyarakat karena dinilai berkaitan dengan jaminan kehalalan produk yang beredar di Indonesia.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar atau hoaks. Berdasarkan laporan Detik.com (22/02/2026), Indonesia dan Amerika Serikat telah memiliki kerja sama melalui Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) yang beroperasi di AS. Melalui mekanisme ini, sertifikat halal yang diterbitkan oleh lembaga halal yang diakui di Amerika Serikat dapat diterima dan diakui keabsahannya di Indonesia. Artinya, produk yang masuk ke pasar Indonesia tetap harus memenuhi ketentuan halal sesuai regulasi yang berlaku.Juru Bicara Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap memberlakukan kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman yang beredar di dalam negeri. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya melindungi konsumen serta memberikan kepastian informasi kepada masyarakat. Selain itu, produk yang mengandung unsur nonhalal tetap wajib mencantumkan keterangan nonhalal secara jelas pada kemasan agar konsumen dapat membuat pilihan yang sesuai dengan keyakinan dan kebutuhannya. Dengan demikian, tidak ada kebijakan yang menghapus kewajiban sertifikasi halal bagi produk impor dari Amerika Serikat.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memeriksa kebenarannya melalui sumber resmi dan media terpercaya. Bersikap kritis dan melakukan verifikasi informasi sangat penting agar tidak terpengaruh oleh hoaks yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.